Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Cara Menghitung Persen Dan Diskon Dengan Gampang | Rumus, Pola Soal Dan Pembahasan

Juli 15, 2019 Add Comment

Cara Menghitung Persen – Dikutip dari halaman WIkipedia, persen atau persentase adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan (rasio) yang berfungsi menyatakan pecahan dari seratus. Secara harfiah, persen itu sendiri juga berasal dari bahasa inggris ‘per’ dan ‘cent’. Yang mana cent itu merujuk pada bilangan seratus.


Dan di artikel ini akan dibahas tuntas perihal cara menghitung persen atau persentase. Karena tidak sedikit yang masih belum mengetahui bagaimana cara menghitungnya. Bgaimana mencari nilai persen atau persentase dari sejumlah barang atau uang dibandingkan dengan jumlah lainnya.


Persen dilambangkan dengan goresan pena ‘nol per nol‘ atau simbolnya yakni ‘%‘. Barangkali teman sudah tidak asing dengan simbol yang satu ini. Karena simbol ini merupakan tanda resmi dan umum digunakan, baik itu pada komputer ataupun kalkulator untuk menujukkan nilai persen.


Penggunaan persentase ini dekat sekali kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Terutama berkaitan dengan urusan jual beli ataupun perhitungan lainnya. Boleh dibilang pengetahuan perihal cara menghitung persen haruslah dimiliki oleh setiap orang.


 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan



Mencari pesentase


Pada prakteknya, kita akan banyak menemukan kemungkinan terkait cara menghitung persen ini. Baik itu dalam pemecahan soal matematika atau pun dalam kehidupan sehari-hari.


Misal yang paling sering muncul yaitu kita diharuskan mencari tahu berapa persen sebuah jumlah dari jumlah lain yang telah diketahui. Atau mungkin sebaliknya, besaran persennya sudah diketahui, namun jumlah bilangannya belum. Dan bermacam-macam kemungkinan lainnya.


Misal berapa persenkah 27 dari 50? Atau sebuah barang mempunyai harga Rp. 30.000, kemudian didiskon sebesar 10%, berapa harga jadi barang tersebut? Semuanya sanggup dicari dan dihitung selama ada jumlah atas suatu objek yang diketahui nilainnya.


Baik, tanpa perlu berlama-lama, mari eksklusif saja kita bahas. Bagaimana cara menghitung persen dengan mudah. Baik itu memakai rumus sederhana yang mudah ataupun memakai alat berjulukan kalkulator persen dan Microsoft Excel.


Cara Menghitung Persen dengan rumus persentase


Untuk memahami konsep persen ini bersama-sama mudah saja. Karena pada hakikatnya persen atau persentase itu merujuk pada nilai 100. Yang mana ketika kita bicara perihal persentase suatu bilangan, itu artinya yaitu nilai perseratusnya.


Misal kita ingin mengetahui nilai persen dari sejumlah bab tertentu, dan jumlah keseluruhannya sudah diketahui.


Maka cara sederhananya yaitu dengan membandingkan / membagi jumlah yang akan dicari persennya dengan jumlah keseluruhan. Kemudian dikalikan dengan angka 100. Seketika akan kita dapati hasilnya.


Untuk memudahkan pemahaman, berikut disajikan pola soal cara menghitung persen dengan dua kemungkinan yang biasanya sering muncul.


Yang pertama yaitu cara menghitung persen suatu jumlah dari jumlah yang diketahui. Dan kedua yaitu kebalikannya cara menghitung jumlah dari persen yang diketahui. Nangkep lah ya maksudnya?


Biar lebih paham, mari kita bahas bersama-sama pola soal cara menghitung persen sederhana berikut ini:


1. Cara menghitung persen jumlah dari jumlah lain yang diketahui


Diketahui Om Telolet (contoh nama orang) mempunyai 80 burung perliharaan untuk dijual. Dan keesokan harinya, atas bantua promosi Tante Telolet, burungpun laris terjual sebanyak 20 ekor.


Pertanyaannya: Berapa persenkah 20 ekor burung dari total 80 burung Om Telolet?


Jawab: Rumus Menghitung Persen yaitu jumlah yang ingin diketahui persennya dibagi jumlah keseluruhan dikalikan seratus.


Jadi : 20 ekor / 80 ekor x 100% = 25%


Jawabannya yaitu 25% (Dua puluh lima persen)


Cara mencari persen dalam pola soal di atas yaitu yang paling sederhana namun juga paling sering kita temui. Bukan hanya dalam soal matematika, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari, khusunya dalam hal usaha.


2. Cara menghitung persen – Mengetahui jumlah dari persen yang diketahui


Contoh soal:


Atas hasil kerja kerasanya selama satu bulan, pada tanggal 1 kemarin Om Telolet mendapatkan honor sebesar Rp. 3.000.0000 ( Tiga juta rupiah). Om Telolet ini cukup telaten dan arif dalam mengelola uang gaji. Dan atas dasar itu, menyerupai biasanya Om Telolet selalu mengamankan 25% dari penghasilannya sebagai tabungan jangka panjang.


Pertanyaannya:


Berapakah jumlah uang (30%) yang ditabungkan oleh Om Telolet tersebut?


Jawab:


Jumlah keseluruhan uang (100%) yaitu Rp. 3.000.000. Untuk mengetahui 25% dari 3 juta mudah saja.


Caranya yaitu dengan membagi nilai uang keseluruhan dengan 100. Sehingga menghasilkan nilai uang sebesar 1% (satu persen).


Jadi untuk mengetahui 25% nya tinggal kalikan saja angka 25 dengan jumlah uang yang senilai 1% itu.


Biar tidak bingung, sanggup lihat perhitugan di bawah ini:


Rp. 3.000.000 / 100 = Rp. 30.000 => Jumlah 1 persen dari 3 juta.


Jadi untuk mengetahui 25% dari 3 juta adalah:


Rp. 30.000 x 25 = Rp. 450.000


Ya jadi jumlah uang yang ditabung oleh Om Telolet (30%) dari gajinya yaitu sebesar Rp. 750.000 ( Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).


Di atas hanyalah dua pola sederhana yang dirasa paling sering muncul dan diharapkan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari. Intinya untuk sanggup menguasai cara menghitung persen ini cukup pahami konsep sederhananya yang dijelaskan di atas. Yakni denga patokan bilangan perseratus.


Jika sudah paham, pasti dalam hitungan jenis barang apapun kita sanggup dengan mudah menghitung persentasenya.



3. Cara menghitung persen dengan hasil lebih dari 100%


Konsep persen dengan hasil lebih dari 100% ini biasa juga kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih dalam kehidupan berbisnis atau usaha. Namun istilah gampangnya, jumlah persen lebih dari 100% ini biasa dikaitkan dengan peningkatan jumlah sebesar 2 kali lipat atau lebih.


Misal dalam pola kasus perhitungan omzet sebuah toko. Toko Abadi Jaya yang menjual bahan-bahan material bangunan mencatatkan omzet pada bulan September sebesar Rp. 100.000.000 (Seratus juta). Kemudian entah ada angin apa, pada simpulan bulan Oktober omzet toko tersebut melonjak ke angka Rp. 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta).


Pertanyaannya berapa persenkah peningkatan omzet toko Abadi Jaya dari bulan September ke Oktober?


Jawab:


Prinsipnya sama saja bersama-sama dengan cara menghitung persen pada poin 1 di atas. Yakni kita cari dulu berapa jumlah yang ingin diketahui persennya. Dalam pola di atas, kita akan menghitung berapa persen peningkatan omzetnya.


Setelah dihitung, jumlah peningkatan omzetnya yaitu sebesar 150.000.000. Hasil dari 250 juta (omzet Oktober) dikurangi 100 juta (Omzet September).


Setelah diketahui hasilnya, tinggal bagi dengan jumlah pembandingnya (Omzet September).


Hasilnya:


150 juta / 100 juta x 100% = 150%.


Peningkatan omzet Toko Abadi Jaya dari bulan September ke Oktober yaitu sebesar 150%.


Jadi jangan asing ketika menemukan nilai persen di atas 100%. Karena itu menawarkan peningkatan n kali lipat atau biasa disebut juga multiplikasi.


Cara menghitung diskon memakai rumus persentase



 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan


blog.wiser.com



Diskon secara bahasa berasal dari serapan bahasa Inggris ‘discount’ yang berarti pemangkasan nilai. Istilah diskon sendiri tampaknya sudah sangat menempel dalam dunia Shopping / belanja. Baik itu belanja online maupun offline.


Diskon sanggup kita artikan secara sederhana sebagai potongan harga. Dalam penerapan di lapangan biasanya tidak eksklusif menyebutkan nominal potongannya. Melainkan biasa ditulis dalam satuan persen (%),


Pertanyaannya, bagaimanakah cara menghitung diskon?


Karena berbentuk satuan persen, tentu cara menghitugnya juga berpedoman pada rumus persentase yang telah dijelaskan di atas.


Rumus menghitung diskon


=Besaran diskon dikalikan harga barang. Lalu dibagi 100.


=Jumlah diskon (%) x Harga barang  / 100


Contoh soal:


Sepasang sepatu futsal di sebuah toko dijual dengan harga Rp. 200.000. Di bandrol / label sepatu tersebut tertulis Diskon 25%.


Pertanyaannya, berapakah harga sepatu sehabis didiskon?


Jawab: Untuk menjawab pertanyaan di atas, tentunya kita perlu mengetahui berapa bersama-sama rupiah diskon / potongan harganya. Barulah sehabis itu diketahui, dijadikan pengurang dari harga awal sepatu.


Rumus menghitung diskon


= Besaran diskon (%) x Harga sepatu / 100


= 25 x 200.000 / 100


= 5.000.000/100


= 50.000


Dengan rumus di atas, diketahui bahwa rupiah potongan harganya yaitu sebesar Rp. 50.000.


Sehingga untuk menjawab pertanyaan berapa harga sepatu sehabis diskon tentu mudah saja:


= Harga awal – Nominal Diskon


= Rp. 200.000 – Rp. 50.000


= Rp. 150.000


Jadi harga sepatu sehabis didiskon 25% yaitu Rp. 150.000


Tips & trik cara menghitung diskon dengan mudah dan cepat


 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan


Ada pepatah yang berbunyi “Banyak jalan menuju Roma. Pun begitu dengan pemecahan soal matematika.


Matematika merupakan ilmu pasti alasannya berkaitan dengan angka. Tapi dalam pengerjaan soal atau permasalahan sehari-hari tidak melulu harus selalu memakai rumus yang saklek. Melainkan sanggup terapkan cara-cara / trik untuk mempermudah penghitungan.


Dalam menghitung diskon, tampaknya akan agak sulit kalau memakai rumus kaku menyerupai di atas. Karena kita jadi berurusan dengan angka yang besar nilainya.


Adapun trik cara menghitung diskon dengan lebih cepat yaitu sebagai berikut:


Rumusnya:


Harga awal dibagi 100. Kemudian akibatnya dikalikan dengan besaran diskon.


Harga awal  / 100 x Besaran diskon


Misal menyerupai pola sepatu futsal di atas, kita sanggup dengan mengetahui nominal diskonnya.


= Harga awal / 100 x Besar diskon


= Rp. 200.000 / 100 x (25%)


= 2000 x 25


= Rp. 50.000 . Diskonnya yaitu 50 ribu.


Lebih praktis, bukan?


Kenapa harus dibagi 100?  Itu alasannya total harga awal sama dengan 100%. Dan dengan dibagi 100, kita berusaha mengetahui nilai 1% (satu persen) -nya itu berapa. Sehingga dengan begitu, sanggup dengan mudah mengetahui nominal rupiah diskon dengan mengalikan hasil 1% tersebut dengan besaran diskonnya.


Tips & trik lainnya sanggup juga mengikuti panduan singkat di bawah ini (video)



Penjelasan perihal format Diskon 50% + 20%.  Apakah benar jadi diskon 70%?


Dalam musim-musim menjelang lebaran ataupun natal menuju simpulan tahun, biasanya berbagai diskon produk di Department Store. Dalam rangka menjaring minat pengunjung, tidak jarang diberlakukan diskon dalam jumlah yang menyerupai tidak masuk akal.


Salah satu yang sering kita lihat yaitu format diskon menyerupai ini


Diskon 50% + 20%


Atau bahkan ada juga yang menyerupai ini 70%+30%.


 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan


Sebagian orang yang tidak tahu kerap mengartikannya secara lugas. “Wah diskonnya mantap, 50% + 20%, jadi diskon 70% dong ya”. Kalau sepeti itu logikanya, apa kabarnya dengan format 70 + 30 yang kalau dijumlah jadi 100%? Dari mana mereka sanggup untungnya kalau begitu.


Jadi bersama-sama format diskon menyerupai itu hanyalah delusi / tipuan iklan semata. Pada kenyataannya perhitungan diskonnya tidak menyerupai yang terpikirkan.


Lalu bagaimana cara menghitung diskon dengan format menyerupai ini? Oke, marilah kita bahas tuntas di sini. Agar teman sanggup lebih tahu dan tidak terjebak dengan format iklan diskon yang cenderung menipu menyerupai itu.


Jadi begini. Arti dan cara menghitung diskon dengan format 50% + 20% adalah: harga awal terlebih dahulu dikurangi diskon 50%. Kemudian hasil dari pengurangan tersebut dikurangi lagi sebesar 20% nya.


Hasil perhitungan simpulan tentu akan berbeda dengan kalau dipotong eksklusif 70%. Tidak percaya? Mari kita bahas di bawah.


Contoh soal cara menghitung diskon ++


Untuk memudahkan pemahaman, mari kita simak pola soal di bawah ini:


Sebuah tas gendong brand Bodrex dibandrol dengan harga Rp. 100.000(supaya lebih mudah hitungannya). Di bab atas pajangan tas tersebut, terpampang dengan terperinci goresan pena diskon 50% + 20%.


Pertanyaannya: Berapa harga tas brand Bodrex sehabis dipotong diskon 50% + 20%?


Jawab:


Pertama:


Harga awal tas dikurangi dengan diskon 50%.


= Rp. 100.000 – (diskon 50%)


= Rp. 100.000 – (50.000)


= Rp. 50.000


Harga tas Bodrex sehabis dipotong diskon 50% yaitu Rp. 50.000


Kedua:


Harga sehabis potongan diskon 50% dipotong lagi dengan besaran diskon kedua 20%


= Harga sehabis diskon 50% – (diskon 20% nya)


= Rp. 50.000 – (10.000)


= Rp. 40.000


Jadi dari harga awal Rp. 100.000, kemudian menerima diskon 50% + 20%, maka harga simpulan Tas Bodrex tersebut yaitu sebesar Rp. 40.000.


Tentu berbeda kan kalau eksklusif dipotong dengan diskon 70% yang akibatnya adalah Rp. 30.000.


Cara menghitung persen di kalkulator


Cara menghitung persen berikutnya yaitu dengan memakai alat hitung praktis. Bukan dengan sempoa, melainkan memakai kalkulator, pastinya. Caranya tentu lebih mudah ketimbang harus menghitungnya secara manual memakai rumus.


Namun kendati begitu, kadang masih ada yang belum tahu bagaimana cara menghitung persen memakai kalkulator ini. Selain alasannya memang jarang digunakan, juga tidak semua kalkulator mempunyai fungsi ini. Tapi untuk kalkulator yang tertanam di HP Android rasanya sudah meliputi fitur hitungan persen. Dan sanggup dimanfaatkan.


 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan


Caranya sangat mudah. Cukup dengan mengetikkan angka / bilangan yang ingin dicari nilai persennya. Lalu tekan tombol persen. Kemudian kalikan dengan bilangan yang sudah diketahui. Seketika akan tampil hasil persen yang dicari


Cara menghitung persen di Microsoft Excel


Adapun kalau teman kebetulan sedang berada di depan laptop, tentu akan lebih praktis. Gunakan saja software pengolah data angka. Tidak lain dan tidak bukan adalah  Microsoft Excel.


Jenis hitungan rumit saja sanggup dikerjakan software ini. Apa lagi cuma sekadar cara menghitung persen. Pastinya sanggup dilakukan dengan sangat mudah.


Caranya yaitu dengan terlebih dahulu menuliskan angka-angka yang diketahui. Untuk kemudian dioperasikan dengan rumus tertentu dan dicari nilai persentasenya.


Misal kita akan mencari persen dari sebuah barang dengan harga Rp. 200.000. Dan kita bermaksud untuk mencari nilai 24% dari harga tersebut. Berapakah nominalnya?



  1. Ketikkan tanda sama dengan / equal (=)

  2. Lalu arahkan kursor pada cell yang telah diisi angka besaran persen. Dalam hal ini 24 %.

  3. Lalu diikuti tanda bintang (*) sebagai simbol perkalian dalam Excel.

  4. Terakhir, arahkan kursor pada cell berisi nominal harga yang telah ditulis sebelumnya. Dalam hal ini harganya yaitu 200000. Maka bentuk simpulan penerapan rumusnya yaitu menyerupai ini =24/100*200000.

  5. Terakhir, eksklusif saja tekan enter. Dalam sekejap, sel berisi rumus tersebut akan berubah nilai yang dicari.


 adalah sebuah angka yang menawarkan perbandingan  Cara Menghitung Persen dan Diskon dengan Praktis | Rumus, Contoh Soal dan Pembahasan


Jadi, hasil 24% dari Rp. 200.000 yaitu : Rp. 48.000


Penutup


Nah itulah tadi klarifikasi lengkap perihal konsep dasar dan cara menghitung persen dengan bermacam-macam rumus dan cara. Intinya dalam mencari persen yaitu merujuk pada nilai per seratus. Jika sudah paham konsepnya, maka teman akan dengan mudah menghitung nilai persen, baik itu dalam soal matematika maupun di kehidupan sehari-hari.


Sekian saja klarifikasi perihal cara menghitung persen dan diskon ini. Semoga sanggup dipahami dan bermanfaat bagi sobat Inspirilo sekalian.


Sekian dan terima kasih.


Cara Menghitung Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai | Rumus + Pola
Soal

Cara Menghitung Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai | Rumus + Pola Soal

Juli 15, 2019 Add Comment

Cara menghitung perbandingan – Halo sobat Inspirilo, di postingan sebelumnya telah dibahas tentang cara menghitung persen. Adapun di postingan kali ini juga akan kembali membahas perihal penerapan ilmu Matematika. Terutama yang paling sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih spesifiknya, di sini akan membahas perihal cara menghitung perbandingan.


Perbandingan yang dimaksud tentu bukan perbandingan yang lain-lain. Melainkan yaitu perbandingan matematika.


Konsep ilmu perbandingan ini erat juga kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Tapi apa bergotong-royong definisi atau pengertian perbandingan itu sendiri? Oke, mari kita bahas.



 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal



Pengertian Perbandingan Matematika


Secara harfiah perbandingan sanggup juga diartikan sebagai selisih atau perbedaan dari dua hal ataupun lebih dengan pola kesamaan tertentu.


Dikutip dari halaman wikibooks.org, pengertian perbandingan dalam ilmu matematika yaitu membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana.


Paham, kan maksudnya?


Pada penerapannya, sobat sanggup membandingkan hal satu dengan hal lainnya. Misal dalam sebuah seminar, dibandingkan antara jumlah penerima pria dengan jumlah penerima perempuan. Berapa selisihnya, dan berapa pula rasio perbandingan keduanya. Semuanya sanggup diketahui dengan konsep ilmu perbandingan matematika yang sederhana ini.


Simbol Perbandingan


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


 


Adapun dalam penulisan perbandingan itu sendiri memakai symbol atau tanda titik dua (:)  atau juga sanggup memakai tanda garis miring (/).


Untuk memudahkan pemahaman, mari kita simak teladan penerapan konsep perbandingan sederhana berikut ini.


Misal ada seorang juru ketik di suatu sekolah, katakanlah namanya Pak Bejo. Beliau membutuhkan waktu 1 Jam untuk sanggup menuntaskan ketikan sebanyak 2000 kata.


Dalam teladan masalah di atas, kita sanggup buat model perbandingannya yaitu 1 Jam : 2000 kata. Bisa disederhanakan menjadi 1:2000 atau 1/2000.


Dengan mengetahui nilai perbandingannya, kita juga sanggup menghitung secara pasti. Menghitung perihal berapa kata yang sanggup dihasilkan Pak Bejo dalam waktu 3 jam atau 4 jam, misalkan.


Itu salah satu contoh. Pada prakteknya, ada berbagai kemungkinan dan penerapan konsep ilmu perbandingan ini dalam banyak teladan kasus.


Jenis-jenis Perbandingan


Secara umum, perbandingan matematika sederhana ini sanggup dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu perbandingan senilai (Seharga) dan Perbandingan berbalik nilai (berbalik harga).


InsyaAllah kedua jenis perbandingan tersebut akan dibahas secara tuntas di sini. Disertai juga bermacam-macam variasi teladan soal perbandingan dan metode cara menghitung perbandingan dengan mudah.


Untuk itu, tanpa perlu berlama-lama mari kita simak klarifikasi berikut.


#1. Perbandingan Senilai


Perbandingan senilai dapat diartikan sebagai perbandingan dengan dua unsur besaran yang mempunyai nilai yang sama  (senilai) atau berbanding lurus. Secara sederhananya bila nilai satu unsur membesar, maka unsur lainnya juga akan ikut membesar / naik nilainya.


Salah satu teladan sederhananya yaitu perihal juru ketik di atas tadi. Semakin usang waktu yang ia habiskan, itu artinya akan semakin banyak  goresan pena atau ketikan yang dihasilkan.


Supaya lebih paham, mari kita eksklusif saja masuk ke teladan soal dan pembahasan mengenai perbandingan senilai ini.


Cara menghitung perbandingan senilai


Penerapannya dalam konsep matematika, kita sanggup memakai rumus perbandingan senilai di bawah ini untuk memudahkan perhitungan.


Rumus Perbandingan Senilai


Berikut yaitu rumus yang biasa digunakan dalam menghitung perbangingan senilai. Dibuat dengan bentuk pecahan. Cara pengoprasiannya yaitu dengan cara kali silang antar masing-masing pembilang dan penyebutnya.


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Contoh soal Perbandingan senilai


Untuk memudahkan pemahaman, mari kita eksklusif saja berlatih dengan teladan soal perbandingan berbalik nilai di bawah ini. Lengkap dengan pembahasannya.


#1. Conto Soal 1 dan pembahasan

Andi berencana membeli buku tulis sebanyak 1 lusin dengan harga Rp. 48.000. Namun ketika hendak membayar, ternyata uang Andi hanya cukup untuk membeli 6 buku tulis.


Jadi berapakah jumlah uang Andi?


Diketahui: 1 lusin: 12 buku => Rp. 48.000,00


Ditanyakan: Harga 6 buku?


Jawab:


Logika perbandingan senilai : berbanding lurus. Jika jumlah buku yang dibeli berkurang, maka harga yang dibayarkan pun juga kan berkurang. Maka:


12 buku => 48.000


6 buku  => x


Mari kita masukkan ke rumus perbandingan senilai


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi, uang Andi yang dibayarkan untuk membeli 6 buku yaitu sebesar Rp. 24000 (dua puluh empat ribu rupiah)


Atau untuk cara mudah, kita tidak perlu memakai rumus di atas. Karena akan berurusan dengan angka yang besar. Cukup lakukan cara berikut.


Harga 12 buku = Rp. 48.000, maka tinggal cari saja harga satuan bukunya dengan cara


1 buku = Rp. 48.000/12


1 buku = Rp. 4.000 (harga satu buku)


Untuk mengetahui harga 6 buku tentu akan simpel sekali. Tinggal kalikan 6 buku dengan harga satuan


Harga 6 buku = 6x 4.000


Harga 6 buku = Rp. 24.000


Jadi harga 6 buku yang dibayarkan Andi yaitu sebesar Rp. 24.000


#2. Contoh Soal 2 dan pembahasan

Sebuah bus menempuh jarak sejauh 150 km. Dan menghabiskan materi bakar sebanyak 20 liter.


Jika bus tersebut hendak menempuh jarak sejauh 400 km, berapa literkah materi bakar yang diperlukan?


Jawab:


150 km => 20 liter


450 km => x


Logika perbandingan senilai : Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin banyak juga materi bakar yang dibutuhkan (berbanding lurus).


Mari kita masukkan ke rumus perbandingan senilai


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi bus tersebut membutuhkan sebanyak 60 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 450 km


#3. Contoh Soal 3 dan pembahasan

Sebuah perusahan konveksi tas sanggup menghasilkan 150 tas ransel dalam waktu 6 hari. Berapa taskah yang sanggup dihasilkan perusahaan konveksi tersebut dalam waktu 21 hari?


Jawab:


150 tas  => 6 hari


x tas => 21 hari


Maka:


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi dalam 21 hari, perusahaan konveksi tersebut sanggup menghasilkan sebanyak 525 tas ransel.


#2. Perbandingan Berbalik Nilai


Jenis perbandingan matematika yang kedua yaitu perbandingan berbalik nilai.


Secara konsep dan penerapan, perbandingan berbalik nilai yaitu kebalikan dari perbandingan senilai yang dijelaskan di atas. Artinya perbandingan jenis ini memuat dua unsur besaran yang sejenis. Namun ketika satu unsur satu mengalami kenaikan maka unsur lainnya justru akan turun nilainya. Sering juga disebut dengan istilah berbanding terbalik.


Contoh yang paling akrab dengan kehidupan kita yaitu perihal kecepatan sepeda motor dan waktu tempuh dalam jarak tertentu. Semakin tinggi kecepatan motornya, maka semakin singkat waktu tempuhnya. Semakin lambat / kecil kecepatan motor, maka semakin usang pula waktu tempuhnya.


Itu salah satu teladan perbandingan berbalik nilai. Ada berbagai teladan yang sanggup kita jadikan pembelajaran.


Cara menghitung perbandingan berbalik nilai


Penerapannya dalam ilmu matematika, berlaku rumus perbandingan berbalik nilai menyerupai di bawah ini.


Rumus Perbandingan Berbalik Nilai


Berikut yaitu rumus yang biasa digunakan dalam menghitung perbangingan berbalik nilai. Dibuat dengan bentuk pecahan. Cara pengoprasiannya yaitu dengan cara kali silang antar masing-masing pembilang dan penyebutnya.


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai


Untuk memudahkan pemahaman, mari kita eksklusif saja berlatih dengan teladan soal perbandingan berbalik nilai di bawah ini. Lengkap dengan pembahasannya.


#1. Contoh Soal 1 dan Pembahasan:

Untuk proyek pembangunan sebuah rumah, dibutuhkan sebanyak 25 orang pekerja (tukang). Dengan waktu pengerjaan yaitu selama 16 hari. Namun sebab beberapa alasan, tukang yang sanggup ikut bekerja hanya sebanyak 20 orang.


Berapa lamakah pembangunan rumah sanggup selesai?


Jawab:


25 orang tukang  =  20 orang tukang


16 hari kerja = x hari kerja


Mari kita masukkan data di atas ke dalam rumus


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi, dengan jumlah tukang sebanyak 20 orang, pengerjaan proyek sanggup tamat dalam waktu 20 hari. 4 hari lebih lambat dengan jikalau dikerjakan 25 orang.


#2. Contoh Soal 2  dan Pembahasan:

Pak Bejo mengendarai kendaraan beroda empat dari Jakarta menuju Madiun selama 15 jam. Dengan rata-rata kecepatan yaitu 60 km/jam. Karena ada deadline yang harus dikejar, Pak Bejo menginginkan hingga di Madiun 5 jam lebih cepat. Maka berapakah kecepatan kendaraan beroda empat rata-rata yang harus didapat?


Jawab:


Pak Bejo menginginkan hingga 5 jam lebih cepat. Itu artinya, harus ditempuh dalam 10 jam. Hasil dari 15 jam – 5 jam. Mari kita masukkan ke rumus


15 jam = 10 jam


60 km/jam = x km/jam


Maka


gambar 2.2


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi semoga Pak Bejo sanggup hingga 5 jam lebih cepat, maka kecepatan rata-rata yang harus dicapai yaitu 90 km/jam.


#3. Contoh Soal 3 dan Pembahasan:

Di sebuah toko burung, terdapat 120 ekor burung siap jual. 120 ekor burung tersebut biasa menghabiskan pakan yang ada selama waktu 250 hari.


Jika burung di toko tersebut sebanyak 20 ekor, berapa harikah pakan burung akan habis?


Pembahasan:


Sisa burung = 120 –200 = 100 ekor burung


250 hari  => 120 burung


x hari  => 100 burung


gambar 2.3


 di postingan sebelumnya telah dibahas tentang  Cara Menghitung Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai | Rumus + Contoh Soal


Jadi, stok pakan burung tersebut akan habis dalam 300 hari lagi (10 bulan).


Penutup


Baik, itulah mungkin pembahasan mengenai cara menghitung perbandingan senilai dan berbalik nilai.


Pada intinya, perbandingan senilai itu berpatokan pada konsep logika berbanding lurus. Semakin besar nilai suatu unsur, maka unsur lainnya juga akan ikut membesar. Pun jikalau satu unsur mengecil, maka unsur lainnya juga akan mengecil.


Sebaliknya dengan perbandingan berbalik nilai. Konsep logika yang digunakan yaitu berbanding terbalik. Artinya semakin kecil unsur yang satu, maka unsur lainnya akan mengalami kenaikan nilai (membesar). Dan sebaliknya.


Cukup sekian saja barangkali pembahasan perihal cara menghitung perbandingan ini. Semoga sanggup dipahami dan dan sanggup menambah pengetahuan sobat pembaca sekalian. Sekian dan terima kasih.


Salam.


Panduan Lengkap Berguru Karakter Sunda Dengan Gampang Cepat

Panduan Lengkap Berguru Karakter Sunda Dengan Gampang Cepat

Juli 15, 2019 Add Comment

Aksara Sunda ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga, terlebih bagi warga masyarakat Tatar Sunda sendiri. Kita yang hidup di zaman modern nampaknya tidak akan kepikiran bagaimana bisa para leluhur  membuat sebuah huruf khusus untuk berkomunikasi.


Jadi tak berlebihan nampaknya kita, khususnya orang Sunda menganggapnya sebagai warisan yang harus senantiasa dijaga.


Namun pada kenyataannya kini ini kita ketahui, Aksara Sunda barangkali menyerupai merupakan hal asing. Terlebih lagi bagi para generasi muda. Kebanyakan mungkin tidak atau belum mengenal perihal Aksara Sunda itu sendiri.


Atau sekalipun ada yang tahu, tapi tidak mempelajarinya, alasannya ialah merasa tidak perlu. Atau bisa juga alasannya ialah beralasan ‘sulit’ dalam mempelajari Aksara Sunda tersebut. Padahal, Aksara Sunda sangat gampang untuk dipelajari, tanpa guru sekalipun.


Terlebih bagi orang Sunda yang sehari-harinya memang menggunakan Bahasa Sunda sebagai alat komunikasi. Percayalah! Mempelajari Aksara Sunda lebih gampang ketimbang mempelajari Hiragana. 🙂


Maka atas dasar hal di atas, kali ini Inspirilo akan mengangkat tema perihal Aksara Sunda secara lengkap. Mulai dari pengertian Aksara Sunda, cara penulisan, rarangken dan pola kalimat.


Oke baik mari kita mulai pembahasan mengenai warisan budaya Sunda yang agung ini, Aksara Sunda.


Pengertian Aksara Sunda


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
wikipedia.org

Secara harfiah, Aksara Sunda ialah huruf atau huruf yang digunakan dalam menuliskan kata dalam bahasa Sunda. Kaidah penulisan Aksara Sunda sama dengan Aksara Jawa. Diawali dengan huruf ha dan diakhiri dengan huruf nga.


Lebih lanjut mengenai huruf dan kaidah /cara penulisan, akan dijelaskan di bawah.


Sebenarnya kita perlu mengetahui bahwa setidaknya ada 4 jenis Huruf Sunda. Keempat tersebut antara lain: Aksara Sunda Kuno, Aksara Sunda Pegon, Cacarakan dan  Baku.


Namun dalam pembahasan kita kali ini akan lebih fokus pada Aksara Sunda Baku yang merupakan hasil modifikasi dari pada Aksara Sunda Kuno.


Bentuk dari masing-masing hurufnya telah diadaptasi semoga bisa digunakan menuliskan kata-kata Bahasa Sunda modern/kontemporer. Namun secara umum bentuk tulisannya tetap berpedoman pada Aksara Sunda Kuno.


Huruf Sunda Baku tersebut untuk kemudian kita kenal pada kini ini dengan istilah “Aksara Sunda Kaganga”.


Belajar Aksara Sunda Kaganga (Aksara Buhun)


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Nama Huruf Sunda yang akan kita pelajari kini ialah jenis Kaganga. Atau kerap disebut juga sebagai Aksara Sunda buhun.


Aksara jenis ini terdiri dari sebanyak 32 (tiga puluh dua ) huruf. Yang dibagi menjadi dua bab utama, antara lain:



  1. 7 suara vocal berdikari (Aksara Swara)

  2. 25 huruf mati (konsonan), yang disebut Aksara Sunda Ngalagena.


Untuk itu, mari kita bahas satu persatu.


1. Aksara Sunda Swara (Vokal Mandiri)


Berbeda dengan huruf vokal pada bahasa Indonesia atau latin yang hanya mempunyai 5 vokal. Di bahasa Sunda sendiri terdiri dari 7 huruf vocal. Selain a, i, u, e, dan o, juga ada perhiasan é dan eu.


Bagi orang Sunda barangkali sudah terbiasa dengan vocal é dan eu menyerupai itu. Tapi buat selain orang Sunda, nampaknya perlu sedikit penyesuaian dan berguru lebih untuk bisa membedakan é dan eu dengan e biasa.


Sebagai citra perbedaan antara é dan e adalah:



  • é : bunyinya menyerupai e pada kata ‘Lele’

  • e : bunyinya menyerupai e pada kata ‘Lemak’

  • eu: digunakan pada kata-kata yang memang secara kaidah pengucapannya mengharuskan menggunakan penitikberatan yang kuat. Bunyinya bersumber dari tenggorokan. Agak susah sih kalau dijelaskan dalam bahasa Indonesia 🙂 . Contohnya menyerupai kata : Peuyeum, tidak boleh dibaca ‘Peyem’. Karena artinya juga akan beda, bahkan mungkin jadi tak berarti.


Berikut ialah tampilan gambar Aksara Swara (huruf vokal mandiri).


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Huruf hidup / vokal di atas digunakan jikalau bangkit sendiri, tanpa ada adonan konsonan sebelumnya. Misal huruf A pada kata “akur”, huruf “I” pada kata “Irung” dan sebagainya. Bisa juga di tengah kata menyerupai huruf “a” pada kata “Diare”. Dan di final kata seperi contohnya suara ‘u’ pada kata bau.


Lebih lengkapnya bisa lihat gambar di bawah ini.


Contoh penerapan Aksara Swara dalam kata-kata Sunda. Masing-masing di tiga posisi penempatan, awal, tengah dan akhir.



  • a. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi a


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • b. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi i


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • c. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi u


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • d. Aksara Swara (Vocal Mandiri) huruf/bunyi é


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • e. Aksara Swara (Vocal Mandiri)huruf/bunyi e


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • 6. Aksara Swara (Vocal Mandiri) Huruf eu


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • f. Aksara Swara (Vocal Mandiri) Huruf o


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


2. Aksara Sunda Ngalagena


Dan untuk huruf mati / konsonannya yang berjumlah total 25 huruf itu masuk dalam pembahsan Ngalagena di bawah ini.


Telah kita ketahui bahwa dalam kaidah Aksara Sunda Kaganga ini dibaca dan ditulis per-suku kata. Dan dalam penerapannya, kita akan mengenal istilah Aksara Ngalagena.


Ngalagena ini merupakan elemen konsonan atau huruf mati dalam Sunda. Dan tiap huruf Aksara Ngalagena pada hakikatnya berbunyi ‘a’. Contohnya ga, ba, ca, da, pa, dan seterusnya.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Aksara Ngalagena terdiri dari 18 huruf untuk suara utama (bahasa Sunda asli). Ditambah dengan 7 suara serapan dari bahasa asing. Seperti va, fa, xa dll. Berikut ialah tampilannya.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Seperti kita tahu, dalam bahasa Sunda sendiri hampir tidak pernah ditemukan kata yang mengandung huruf f atau v atau x. Sehingga banyak juga yang bilang kalau orang Sunda itu tidak bisa bilang fitnah. Padahal itu semua pitnah..wwkw (apa coba). Lanjut.


3. Rarangkén Aksara Sunda dan jens-jenisnya


Adapun suara dasar ‘a’ pada setiap konsonan itu bisa bermetamorfosis suara lain i,u, é,e,eu, dan o/ dengan santunan Rarangken. Misal dari huruf ka menjadi ke, ko atau ki, dll.


Nah apa itu Rarangken? Rarangken dalam bahasa Indonesia berarti sejenis sisipan. Penulisan yang benar ialah (Rarangkén). Huruf é dibaca menyerupai pada kata ‘lele’.


Jadi tentu fungsi Rarangken ini sangatlah penting untuk membentuk sebuah kata dengan huruf Sunda yang sempurna. Karena jikalau tanpa Rarangken ini, niscaya semua kata mempunyai suara ‘a’ semua. Hehe.


Dalam Aksara Sunda Kaganga ini ada setidaknya 14 jenis Rarangken / sisipan untuk membentuk sebuah kata. 13 Rarangken tersebut terbagi dalam 3 kategori menurut letak penulisannya dalam huruf konsonan (Ngalagena). Antara lain.


a. Rarangken luhur –  terletak di atas huruf (5 jenis)


Rarangken Luhur ini terdiri dari 5 jenis yang kesemuanya dituliskan di atas huruf konsonan (ngalagena). Kelima Rarangken tersebut, antara lain:



  • Panghulu : Fungsinya yaitu untuk mengubah suara “a” menjadi suara “I”

  • Pamepet: berfungsi mengubah suara “a” menjadi suara “e”

  • Paneuleung : untuk mengubah suara “a” jadi “eu”

  • Panglayar: berfungsi untuk menjadikan/menambahkan suara “+r” di final kata. Contohnya dari “Ga” menjadi Gar

  • Panyecek: berfungsi untuk menambahkan suara “+ng” di final kata. Contoh dari “ka” menjadi “kang”


Untuk keterangan lebih lanjut dan cara penulisan Rarangken luhur (atas huruf) ini bisa lihat di gambar berikut ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


b. Rarangkén handap –  terletak di bawah huruf (3 jenis)


Seperti namanya, handap yang berarti bawah, Rarangken ini dituliskan di bawah huruf konsonan (Ngalagena). Terdiri dari 3 jenis Rarangken Handap dengan fungsi berbeda-beda dalam mengubah suara huruf. Ketiga Rarangken tersebut, antara lain.



  • Panyuku: berfungsi untuk mengubah suara konsonan “a” menjadi “u”. Contohnya dari “ka” menjadi “ku” (lihat gambar)

  • Panyakra: berfungsi menambahkan sisipan “+r” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “Ka” menjadi “Kra”

  • Panyiku: berfungsi menambahkan suara sisipan “+l” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “ka” menjadi “kla”


Lebih detail mengenai cara penulisan dan contohnya, lihat gambar di bawah ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


c. Rarangkén Sajajar – terletak sejajar dengan huruf (5 jenis).


Yang terakhir ialah Rarangken Sajajar (Sisipan Sejajar). Maksudnya cara penulisannya ditulis sejajar dengan huruf Konsonan. Ada yang ditulisa sebelah kiri huruf, dan ada juga yang ditulis sejajar sebelah kanan. Terdiri dari 5 jenis Rarangken sajajar dengan fungsi berbeda-beda. Berikut ialah nama-nama kelima Rarangken sajajar tersebut.



  • Panéléng: berfungsi untuk mengubah suara “a” menjadi suara “e’” (cara penulisan, lihat gambar)

  • Panolong: untuk mengubah suara “a” menjadi suara “o”

  • Pamingkal: menambahkan suara sisipan “+y” di antara konsonan dan vokal. Contoh dari “ka” menjadi “kya”

  • Pangwisad: berfungsi menambahkan suara “+h” di final kata/huruf. Contoh dari “ka” menjadi “kah”

  • Pamaéh atau Patén: berfungi membuat huruf konsonan menjadi bersifat mati (tanpa vokal). Dalam bahasa Arab, Rarangken Pamaéh ini serupa dengan sukun yang juga berfungsi mematikan huruf hijaiyah tanpa harakat. Contoh dari suara “ka” sehabis diberi Rarangken Pamaéh menjadi “k” (huruf mati).


Lebih lanjut perihal cara penulisannya bisa lihat gambar di bawah ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


4. Tentang Rarangkén Pamaéh dan Beberapa kesalahan dalam penerapannya


Di bab ini kita akan membahas secara khusus perihal Tanda Pamaéh. Pamaéh ini termasuk dalam Rarangken sajajar (ditulis sejajar dengan huruf) yang turut menunjukkan fungsi penting dalam mengubah bunyi.


Sesuai dengan namanya ‘Pamaéh” berasal dari kata ‘paeh’ (mati). Fungsi utamanya ialah untuk mematikan huruf konsonan, sehingga jadi tidak mempunyai bunyi. Contohnya dari ‘Ga’ sehabis diberi Pamaéh, maka bunyinya menjadi ‘g’ saja.


Jadi untuk setiap huruf konsonan yang ingin dibentuk ‘mati’ sifat bunyinya, maka bisa menambahkan Rarangken Pamaéh ini.


Namun ada beberapa suara huruf yang tidak tepat disandingkan dengan Rarangken Pamaéh ini untuk membentuk sifat ‘mati’. Karena jikalau diterapkan, Rarangken Pamaéh tidak akan berfungsi untuk mematikan konsonan yang sebenarnya mempunyai imbuhan/Rarangken tersendiri. Bingung bacanya? Sama..hehe. Langsung masuk ke pola saja biar tidak bingung.


5. Tiga (3) kesalahan dalam penerapan Rarangken Pamaeh


Beberapa pola kesalahan penerapan Rarangken Pamaéh pada kata-kata berikut.



  • DAHAR – Jika menggunakan kaidah Pamaéh, menjadi ‘Da-ha-ra’. Kemudian suara ‘ra’ dimatikan (diberi Rarangken Pamaéh) menjadi ‘r’. Sehingga hasil hasilnya menjadi ‘Da-ha-r’

  • PINUH – dirangkai menjadi ‘Pi-nu-ha’. ‘Ha’ nya dimatikan menjadi ‘Pi-nu-h’

  • APING – dirangkai menjadi ‘A-pi-nga’. Bunyi ‘Nga’ dimatikan sehingga menjadi ‘Ng’. Hasil final – ‘A-pi-ng’


Secara sekilas, memang menyerupai tidak ada salahnya. Bunyi final pada setiap kata di atas memang sudah seharusnya dibentuk mati dengan santunan Rarangken Pamaéh. Namun dalam hal ini, penggunaan Rarangken Pamaéh menjadi kurang pas.


Karena untuk membentuk suara ‘+r’, suara ‘+h’ dan suara ‘+ng’ tersebut sudah ada Rarangken khusus. Kaprikornus bukan dengan mengubah suara konsonan RA, HA dan NGA menjadi mati untuk membentuk suara ‘+r’, ‘+h’ dan ‘+ng’. Melainkan  kita tambahkan Rarangken untuk membentuk suara tersebut.


Jadi akan lebih tepat jikalau kita menerapkan Rarangken tersebut untuk membentuk ketiga suara di atas. Masih ingat apa saja Rarangkennya? Oke untuk lebih memperjelas, berikut saya sajikan Rarangkennya juga lengkap dengan klarifikasi dan contoh.


Dan berikut ialah penjelasannya:


1). Rarangken Panglayar untuk membentuk suara “+r”


Di bab sebelumnya telah dihas, bahwa Rarangken panglayar ini berfungsi untuk menambahkan suara ‘+r’ di final kata. Ini tentu bersahabat kaitannya dengan konsonan ‘RA’.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Jadi alih-alih mematikan menambahkan konsonan ‘RA’ dan mematikannya untuk membentuk suara ‘+r’. Maka yang lebih tepat ialah dengan menerapkan fungsi Rarangken panglayar.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Contohnya menyerupai kata DAHAR di atas. Kaprikornus yang perlu dilakukan ialah menambahkan Rarangken panglayar sehabis suara huruf konsonan ‘HA’. Sehingga suara hasilnya menjadi ‘har’.


Sebenarnya bisa saja menerapkan Rarangken Pamaéh pada suara ‘RA’ alasannya ialah suara yang dihasilkan pun sama. Tapi tentunya akan dirasa kurang efektif dalam penulisan (lebih panjang). Dan secara aturan sudah ada yang lebih mewakili untuk membentuk suara ‘+r’ yaitu Rarangken panglayar.


Lihat pola gambar di bawah ini. Dengan pola kata ‘Cageur’


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


2). Rarangken Pangwisad untuk membentuk suara ‘+h’


Dalam bahasa Sunda maupun bahassa Indonesia kita sering menemukan dan menggunakan kata-kata dengan akhiran suara ‘+h’. Contohnya menyerupai ‘Atuh’, ‘butuh’, ‘buruh’ dan lain sebagainya.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Nah dalam Aksara Sunda terdapat kaidah aturan khusus untuk membentuk suara tersebut. Yaitu dengan menambahkan Rarangken Pangwisad. Rarangken tersebut berfungsi menambahkan suara ‘+h’ pada final suara huruf  (baik vokal maupun konsonan).


Tentan Rarangken Pamaéh sendiri, kaitannya ialah dengan konsonan ‘HA’. Kita bisa saja membentuk suara ‘+h’ dengan menambhkan konsonan ‘HA’ kemudian membuatnya ‘mati’ dengan menambahkan Rarangken Pamaéh. Tapi sekali lagi, hal itu tidak efektif dan tidak sesuai kaidah.


Jadi untuk kata yang mengandung suara ‘+h’, maka yang harus dilakukan ialah menambahkan Rarangken pangwisad sejajar dengan huruf tersebut.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Berikut ialah salah satu pola penerapan Rarangken Pangwisad dan perbandingannya dengan Konsonan HA yang diberi Rarangken Pamaéh.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


3). Rarangken Panyecek untuk membentuk suara “+ng”


Rarangken Panyecek diterapkan untuk membentuk suara ‘+ng’ di final kata. Kaitan eratnya ialah dengan huruf konsonan ‘NGA’.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Jadi ketika menemukan kata yang mempunyai suara ‘+ng’, maka yang harus dilakukan ialah menambahkan Rarangken Panyecek tepat di atas hurufnya. Misal dari ‘Ma’ sehabis diberi Rarangken panyecek menjadi ‘Mang’.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Kesalahan yang sering terjadi ialah menambahkan konsonan ‘Nga’, kemudian mematikannya dengan Rarangken Pamaéh sehingga tercipta suara ‘+ng’. Tapi ya kembali lagi, penulisan menyerupai itu dinilai kurang efektif dan pas.


Dan secara aturan memang sudah ada kaidah yang mengatur secara khusus dalam membentuk suara ‘+ng’ tersebut. Yaitu Rarangken Panyecek yang termasuk raranken luhur (atas).


Lebih jelasnya bisa lihat pola dalam gambar di bawah ini. Untuk kata Mangkok.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Nah itulah setidaknya 3 kesalahan yang sering ditemukan berkaitan dengan Rarangken Pamaéh yang penggunaanya kurang tepat. Dapat disimpulkan, bahwa kaitan eratnya yakni dengan tiga huruf konsonan, yiatu RA, NGA dan HA.


Pengecualian:


Akan tetapi, bukan berarti ketiga huruf tersebut di atas tidak bisa / tidak boleh disandingkan dengan Rarangken Pamaéh. Dalam hal tertentu, misal dalam penulisan singkatan, maka akan lebih cocok dan tepat jikalau menggunakan Rarangken Pamaéh. Ketimbang Rarangken pembentuk suara yang telah dijelaskan di atas.


Bahkan dianggap salah jikalau menuliskan kependekan dengan menggunakan Rarangken pembentuk suara (panglayar, pangwisad dan panyecek). Karena sejatinya, aturan / kaidah penerapannya hanya untuk membentuk suara pada suatu kata atau kalimat.


Untuk lebih memudahkan pemahaman, lihat pola berikut.


Contoh: Penulisan kependekan kata


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


6. Penulisan Angka dalam Aksara Sunda


Tidak ketinggalan, kita juga mengenal Aksara Angka yang disebut dengan Aksara Wilangan (bilangan). Bisa dibilang bentuk angka Aksara Sunda ini jauh berbeda dengan angka pada Aksara latin maupun Arab dan lainnya. Namun ada beberapa angka yang masih mempunyai unsur sama, menyerupai angka 7 (tujuh). Dan nol (0).


Kaidah arah tulisannya juga sama menyerupai huruf latin, yaitu ditulis dari kiri ke kanan. Yang membedakan hanyalah dalam  penulisannya yang harus diapit oleh tanda vertikal kafe (tanda pipa).


Berikut ialah daftar Aksara Sunda Angka (wilangan) dari 0 hingga 9.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Contoh penerapan Aksara Sunda Angka (Wilangan)


Dalam pola nyata, kita sering menemukan penerapan angka ini menyerupai pada nama dan nomor jalan. Beberapa kota di Tatar Sunda bahkan sudah sering ditemukan gapura dan tembok gedung yang menggunakan Aksara Sunda dalam penulisan nama dan Nomor jalannya.


Untuk memudahkan pemahaman dalam cara menuliskan angka dalam Aksara Sunda, bisa lihat beberapa pola penerapannya berikut ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


7. Tanda baca Aksara Sunda


Dewasa ini dalam penerapan penulisan Aksara Sunda juga layaknya huruf latin. Yakni menggunakan tanda baca umum, menyerupai titik, koma, tanda tanya, tanda titik dua, strip, tanda seru, kurung, dan lain sebagainya.


Contoh:


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


8. Cara Membaca dan Menulis Aksara Sunda dengan Mudah


Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa mempelajari Aksara Sunda, terlebih dalam menulis itu terbilang mudah. Sobat bisa mempelajari dan menguasainya dengan cepat tanpa santunan guru sekalipun. Pun begitu dengan membacanya.


Dan di bab kali ini, kita akan mencoba latihan menerapkan kaidah penulisan yang telah kita pelajari di atas. Semua unsur dalam, mulai dari Ngalagena, Aksara Swara, Rarangken dan kaidah Pamaéh akan kita coba terapkan dalam latihan ini. Untuk mempermudah, saya juga akan sertakan pola kalimat dan artinya dengan penulisan yang benar.


Jadi untuk menguasai Aksara Sunda, cukuplah dengan mempelajari dan mengenali unsur-unsur penting di atas.


Contoh kalimat Aksara Sunda dan Artinya


Berikut ialah pola penulisan Aksara Sunda dalam bermacam-macam kata. Silakan pelajari pola kalimat dan artinya berikut ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
Selamat Datang di Blog Inspirilo


  • Pupuh kinanti


Untuk pola kalimat Aksara Sunda dan artinya yang lain bisa juga teman latihan dengan menerapkannya pada pupuh (lagu tradisional Sunda).


Dan untuk contohnya di sini saya menyajikan pupuh kinanti lengkap dengan penulisan Aksara Sunda di bawahnya. Pupuh kinanti dipilih karenan termasuk yang paling dikenal dan sering dilagukan oleh orang Sunda sendiri ketimbang jenis pupuh lainnya.


Pupuh kinanti ini sendiri menggambarkan sebuah penantian (nugguan) dan menceritakan sebuah perasaan kasih sayang (kanyaah) dan/atau deudeupeun (khawatir). Berikut ialah pola Aksara Sunda dan artinya dengan isi Pupuh Kinanti (Budak Leutik Bisa Ngapung)


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat



  • Aksara Sunda Lagu Anjeun


Masih kurang? Berikut saya kasih pola lagi. Jika sebelumnya menggunakan lagu tradisional Sunda, yaitu Pupuh Kinanti. Di bawah ini saya mengambil pola lagu Pop Sunda yang cukup populer dengan judul ‘Anjeun’ (id:Kamu). Lagu ini dibawakan oleh penyanyi Pop Sunda kenamaan, yaitu Nining Maeda ft Andang Cengos.


Untuk “USA” alias Urang Sunda Asli niscaya mengetahui lagu ini.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat  ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


Sebagai latihan lanjutan, teman bisa coba melatih diri dengan menuliskan kata-kata dengan huruf Sunda. Misal nama sendiri, tempat tanggal lahir, nama bintang peliharaan dan lain sebagainya.


Walaupun terlihat mudah, tapi tetap diharapkan jam terbang untuk bisa menguasai cara membaca maupun menulis Aksara Sunda. Alah bisa alasannya ialah biasa. Hal ini sudah jadi aturan niscaya sih. Semakin sering latihan, semakin lihai.


Bagaimana? Cukup gampang kan. Apalagi dengan penerapan pola di atas yang semakin memperjelas cara penulisan dan bacanya. Semoga bisa dimengerti.


9. Kaligrafi Aksara Sunda


Berikut gambar-gambar pola kaligrafi huruf sunda dengan tampilan estetis dan keren tentunya.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
Facebook.com

 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
kairaga.com

10. Terjemahan / Translate Aksara Sunda + Download Font


Perlu kita syukuri bergotong-royong ketika ini telah banyak individu ataupun forum yang sangat memperhatikan kelestarian aksasra Sunda ini. Salah satu bukti perwujudannya ialah dengan banyak ditemukannya situs-situs yang bisa membuat terjemahan ke Aksara Sunda dari semulanya huruf latin.


Selain itu para pengguna komputer juga kini bisa berguru menuliskannya menggunakan keyboard.  Beberapa forum menyerupai contohnya Kaduhiyang Pajajaran pada tahun 2008 kemudian telah berhasil membuat Font Aksara Sunda Unicode.


Yang mana tentu font tersebut bisa digunakan secara universal di Negara manapun. Bagi teman yang mau mencobanya bisa Download Font Unicode ini silakan di sini.


Adapun untuk membuat terjemahan ke Aksara Sunda sebenarnya bisa saja teman membuatnya sendiri. Baik itu dengan tulis tangan maupun dengan font Unicode di komputer. Karena intinya kaidah penulisannya ini boleh dibilang sangat simpel dan bisa dipelajari tanpa guru sekalipun.


Tapi jikalau ingin yang instan, teman bisa coba dengan mengetikkan di Google dengan kata kunci ‘terjemahan ke Aksara Sunda‘ . Maka seketika teman sudah bisa menemukan situs-situs tempat menerjemahkan huruf latin menjadi huruf Sunda. Salah satu contohnya ialah sebagai berikut


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
http://ir.cs.ui.ac.id/aksarasunda/

Namun semoga fontnya sanggup terbaca oleh browser (Mozilla, Firefox, atau lainnya) maka sebelumnya harus diinstal dulu font Sunda Unicodenya. Caranya yaitu double click file font nya, kemudian klik Install font.


Atau bisa eksklusif dengan mengcopy file font Aksara Sunda Unicode di folder C:\Windows\Fonts. harus dilakukan setting terlebih dahulu. Contohnya di browser Firefox, teman bisa masuk ke Setting -> Manage Settings. Atur semua pilihan huruf/font-nya menjadi Sundanese Unicode. Maka kini browser teman sudah bisa digunakan untuk membaca Aksara Sunda.


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
adhuy.wordpress.com | Panduan Penggunaan Font Aksara Sunda Unicode

Sejarah Aksara Sunda Kuno


 ialah salah satu peninggalan budaya yang sangat berharga Panduan Lengkap Belajar Aksara Sunda dengan Praktis  Cepat
wikipedia.org

Di atas disebutkan bahwa Aksara Sunda yang kita kenal kini itu merupakan Aksara Sunda Baku. Yang mana merupakan hasil modifikasi dan penyesuaian dari Huruf Sunda Kuno.


Dan untuk sedikit menambah wawasan, berikut inspirilo juga sajikan bagaimana sejarah Aksara Sunda Kuno dan Baku tersebut secara singkat.


Aksara Sunda Kuno tumbuh dan berkembang di Tatar Sunda (Jawa barat) pada sekitaran kala 14-17 M. Yang mana pada mulanya, dipakai/digunakan sebagai mediaseja komunikasi untuk menuliskan Bahasa Sunda Kuno kala itu.


Adapun bentuk Huruf Sunda Kuno ini juga merupakan hasil pengembangan dari Aksara Pallawa (Pallava) yang berasal dari India bab selatan.


Aksara Pallawa ini dianggap merupakan hal penting dalam sejarah Aksara di Indonesia. Karena merupakan cikal bakal dari aneka macam Aksara-aksara Nusantara, salah satunya Aksara Sunda.


Salah satu bukti paling awal dari penulisan Aksara Pallawa ini ialah Prasasti Tarumanegara pada kala ke-5.


Kaitannya dengan Aksara Sunda Baku


Sejak Abad 12 M, masyarakat Sunda telah menggunakan Aksara Sunda untuk menuliskan bahasa yang digunakan. Namun memasuki masa penjajahan/kolonial, kala itu orang-orang Sunda dihentikan untuk menggunakannya.


Keadaan dan titah para penjajah kala itu memaksa masyarakat Sunda untuk kemudian meninggalkan Aksara Kuno dalam menulis. Padahal Aksara Sunda tersebut sudah jadi identitas budaya Sunda yang sudah sangat menempel ketika itu.


Kemudian memasuki kala 20, para peneliti dari dalam maupun luar negeri (misal K F. Holte)  tergerak kesadarannya untuk kembali meneliti eksistensi prasasti dan naskah renta yang menggunakan Huruf Sunda Kuno. Para peneliti tersebut menginginkan eksistensi daripada Aksara Sunda Kuno yang merupakan identitas budaya tetap terjaga.


Hasilnya, Pemerintah Jawa Barat pada tahun 1996 tetapkan Perda No. 6 tahun 1996 perihal tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda.


Dan semenjak ketika itu, Aksara Sunda sudah mulai diperkenalkan pada khalayak umum. Beragam program kebudayaan turut menyelipkan pengenalan Huruf Sunda sebagai upaya pelestarian semoga tetap dikenal oleh masyarakat Sunda sendiri. Selain itu beberapa kota menyerupai Tasikmalaya dan Purwakarta telah menggunakan Huruf Sunda dalam goresan pena nama-nama jalan.


Namun secara resmi pemerintah belum mewajibkan sekolah untuk mempelajarinya. Tidak heran, Aksara Sunda masih belum terlalu familiar terlebih di kalangan anak sekolah usia SD atau SMP.


Namun setidaknya Alhamdulillah bisa kita syukuri, kini Aksara Sunda telah menduduki posisi agungnya kembali di tengah-tengah masyarakat.


Kesimpulan


Dengan mempelajari Aksara Sunda, secara tidak eksklusif kita telah melestarikan salah satu warisan peninggalan budaya yang amat sangat berharga. Warisan yang tentunya tidak dimiliki oleh budaya lainnya.


Jadi sebagai bab dari masyarakat Sunda tentu akan lebih baik untuk mengetahui serta mempelajari Aksara Sunda tersebut.


Walaupun dalam kehidupan sehari-hari memang jarang diterapkan. Hal tersebut juga satu upaya positif yang bisa kita perbuat dalam rangka melestarikan budaya dan menghormati jasa para leluhur.


Pun bagi masyarakat Indonesia pada umumnya juga tidak ada salahnya untuk juga mempelajarinya. Toh masih bab dari bumi pertiwi Indonesia tercinta.


Indonesia dengan segala keunikan budayanya sudah sepantasnya kita gembira akan hal itu. Tidak salah juga mempelajari budaya Negara lain, tapi budaya tempat sendiri jangan hingga dilupakan.


Barangkali cukup sekian pembahasan perihal berguru Aksara Sunda ini secara lengkap telah saya bahas. Ya mungkin tidak lengkap-lengkap amat, tapi setidaknya sudah cukup untuk dijadikan materi belajar, terlebih bagi yang gres mengenalnya (pemula).


Sekian dan terima kasih.