Tampilkan postingan dengan label MPLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MPLS. Tampilkan semua postingan

Materi Mpls Perihal Berguru Efektif

Juli 11, 2019 Add Comment
Materi MPLS Belajar Efektif - Kembali berjumpa dengan kami BerkasSekolah.com  yang masih membagikan contoh/ rujukan untuk Berkas Administrasi Guru di Sekolah/ Madrasah. Untuk kali ini izinkan kami bagikan Materi MPLS Belajar Efektif yang memang dalam waktu bersahabat akan segera dilaksanakan MPLS/ MOPD Tahun Pelajaran 2019/2020 sesudah dilaksanakannya PPDB.

Materi MPLS Belajar Efektif ini akan kami jelaskan point-point pentingnya atau anda bisa saja pribadi di Download dalam bentuk Microsoft Office Word (Docs) yang disimpan rapih di Google Drive supaya lebih kondusif dari malware untuk disimpan di Komputer, Notebook, Flasdisk dan lain-lain.
 Kembali berjumpa dengan kami BerkasSekolah Materi MPLS Tentang Belajar Efektif


Pengertian Belajar Efektif

Belajar yang efektif adalah proses mencar ilmu mengajar yang berhasil guna, dan proses pembelajaran itu bisa menawarkan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta sanggup menawarkan perubahan sikap dan sanggup diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga hasil dari pembelajaran itu akan sanggup menghasilkan sumber daya insan yang unggul.

Dan untuk mencapai mencar ilmu yang efektif tentu saja dalam proses belajarnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut ini yaitu tips-tips mencar ilmu yang baik dan benar :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok sanggup menjadi kegiatan mencar ilmu menjadi lebih menyenangkan lantaran ditemani oleh sahabat dan berada di rumah sendiri sehingga sanggup lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang remaja menyerupai kakak, paman, bibi atau orang renta biar mencar ilmu tidak menjelma bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak sahabat yang cendekia dan rajin mencar ilmu biar yang tidak cendekia jadi ketularan pintar. Dalam mencar ilmu kelompok kegiatannya yaitu membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok mencar ilmu baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibentuk catatan di kertas atau buku kecil yang sanggup dibawa kemana-mana sehingga sanggup dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek lantaran sanggup merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh planning yang baik. Oleh lantaran itu ada baiknya kita menciptakan planning mencar ilmu dan planning pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan mencar ilmu yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan sasaran pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buat planning mencar ilmu yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah aktivitas mencar ilmu yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah menciptakan aktivitas mencar ilmu maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya menyerupai mencar ilmu sempurna waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah datang maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan mencar ilmu sesudah melaksanakan kegiatan tersebut bila waktu mencar ilmu belum usai. Bermain dengan sahabat atau game sanggup merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan bila dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menjadikan rasa ingin tau yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi bila kalah. 

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, sahabat atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada sahabat untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum beliau pahami. Semakin banyak ditanya maka kita sanggup semakin ingat dengan tanggapan dan apabila kita juga tidak tahu tanggapan yang benar, maka kita sanggup membahasnya bahu-membahu dengan teman.

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika mencar ilmu di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting lantaran bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar ketika ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibentuk tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal- soal. Setelah soal dikerjakan periksa tanggapan dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah bersahabat biasanya kita akan panik bila belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap yaitu dengan mencar ilmu sampai larut malam / begadang atau menciptakan contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur sempurna waktu lantaran bila bergadang semalaman akan membawa dampak yang jelek bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek sanggup menciptakan sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak sanggup ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melaksanakan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek niscaya akan tertangkap tangan guru dan mempunyai masa depan sebagai penjahat apabila kita melaksanakan kecurangan.

9. Jadilah Seorang Pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu contohnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa sahabat kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

10. Mendengarkan Penjelasan Guru Dengan Baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kau mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kau untuk menjawab pertanyaan.

11. Jangan Malu Untuk Bertanya.
Selalu usikan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti wacana sesuatu hal.

12. Kerjakan PR
Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya. Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

13. Selalu Mengulang Pelajaran yang Sudah diajarkan
Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan. Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

14. Cukup Istirahat, Makan Dan Bermain
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal sesudah seharian di sekolah, tak terasa tubuh kita membutuhkan masukan energi pemanis yang bisa didapatkan dari istirahat dan masakan yang kita makan. Oleh akhirnya kita harus sanggup membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, tubuh jadi segar setiap hari! Makara tidak sering mengantuk di kelas!

15. Banyak Berlatih Pelajaran Yang Kurang Disukai
Apabila kau tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau mencar ilmu berkelompok dengan teman. Sehabis mencar ilmu bisa bermain dan menambah sahabat gres di daerah kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

16. Ikutilah Kegiatan Ektrakurikuler Yang Kamu Senangi
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kau suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain mencar ilmu pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga sanggup mendapatkan pelajaran pemanis di luar sekolah.

17. Cari Seorang Pembimbing Yang Baik
 Orangtua yaitu pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang terperinci dari keterangan guru di sekolah, kalian sanggup menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga sanggup mencar ilmu dari sahabat yang berprestasi.

18. Jangan Suka Mencontek Teman
Kalau mencontek, kau bisa udik lantaran tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, sahabat yang kau contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau tertangkap tangan guru dan sahabat lain, aib kan? Kalau kau rajin belajar, niscaya bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan sanggup nilai baik.

19. Niat Dengan Sungguh-Sungguh
Kalau mencar ilmu tidak sungguh-sungguh ataupun tidak niat, yang ada malah pikiran kita melayang kemana-mana. Entah itu wacana makanan, games, lawan jenis, dll. Oleh alasannya yaitu itu, mencar ilmu yang baik dimulai dengan niat yang sungguh-sungguh.

20. Lokasi dan Situasi Yang Kondusif
21. Hindari Sikap Tidak Jujur
22. Metode Imitasi
23. Trial and Error
24. Conditioning
25. Metode Berpikir
26. Mulailah Dari yang “Kecil”
27. Sering-seringlah “Practice”
28. Fokus
29. Mohon Bimbingan-NYA
30. Menggunakan Media dan Sumber-Sumber Yang Relevan

Itulah kiranya beberapa Point yang bisa dijadikan Materi MPLS untuk Pembahasan Belajar Efektif baik di rumah ataupun di Sekolah. Barangkali masih kurang Bapak/Ibu bisa dengan gampang mencari yang lainnya di google.

Download Materi MPLS Belajar Efektif

Selengkapnya mengenai susunan dan isi Berkas Administrasi MPLS/ MOPD tentang Materi MPLS Tentang Belajar Efektif dalam format Word ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

Materi MPLS Tentang Belajar Efektif


Semoga dengan adanya Materi MPLS Tentang Belajar Efektif bisa mendapatkan point-point penting terutama untuk anda pemateri/ penyaji dalam kegiatan nanti biar lebih gampang menjelaskan ke Peserta Didik dalam kegiatan tersebut.

Bagi yang ingin mendapatkan dalam bentuk Docs menyerupai yang sudah kami bilang diatas, bisa dengan gampang didapatkan melalui link yang sudah kami siapkan dibawah ini ;

Link Download Materi MPLS Tentang Belajar Efektif -KLIK DISINI-

Itulah kiranya membuatkan Informasi dan file mengenai Materi MPLS Tentang Belajar Efektif yang bisa kami bagikan. Apabila ada kekurangan mohon masukan dan saranannya yang bisa di sematkan di kolom komentar dan bila ini bermanfaat mohon untuk di Share kembali. Terima Kasih. salamsantun

Materi Mpls Perihal Pendidikan Karakter

Juli 11, 2019 Add Comment
- Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter. Sebelumnya kami sudah membagikan beberapa Materi menyerupai Wawasan Wiyata Mandala, Kepramukaan, Kesadaran Berbangsa Bernegara dan Belajar Efektif yang sanggup dilihat DISINI

Mungkin Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter ini sanggup dikatakan bahan lanjutan supaya lebih lengkap terutama Bapak/Ibu Penyaji/ Pemateri dalam aktivitas MPLS/ MOPD nanti supaya lebih siap. Sebelum di Download Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter, kami akan mencoba menjelaskan beberapa point penting didalamnya menyerupai : Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli, Pendidikan Karakter Menurut Lickona, Pendidikan Karakter Menurut Suyanto, Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya, Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi, Sembilan pilar huruf yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, Memahami Pendidikan Karakter, dan Dampak Pendidikan Karakter.


Pendidikan Karakter

Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan huruf (character education) dalam konteks kini sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan belum dewasa dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, p0rn0gr4fi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi dilema sosial yang hingga ketika ini belum sanggup diatasi secara tuntas, oleh alasannya yaitu itu betapa pentingnya pendidikan karakter.

Menurut Lickona, huruf berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan sikap moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini sanggup dinyatakanbahwa huruf yang baikdidukung oleh pengetahuan perihal kebaikan, cita-cita untuk berbuat baik, dan melaksanakan perbuatan kebaikan. Bagan di bawah ini merupakan skema kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.

Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan huruf sanggup didefinisikan sebagai segala perjuangan yang sanggup dilakukan untuk menghipnotis huruf siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, sanggup dikemukakan di sini definisi pendidikan huruf yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan huruf yaitu suatu perjuangan yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia sanggup memahami, memperhatikan, dan melaksanakan nilai-nilai adat yang inti.

Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Suyanto (2009) mendefinisikan huruf sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya

Karakter yaitu ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut yaitu orisinil dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi

Menurut  kamus psikologi, huruf yaitu kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, contohnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29). Nilai-nilai dalam pendidikan karakter

Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli sosial, Tanggung jawab.

Memahami Pendidikan Karakter

Pendidikan huruf yaitu pendidikan kecerdikan pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan huruf tidak akan efektif.

Dengan pendidikan huruf yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini yaitu bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, alasannya yaitu seseorang akan lebih gampang dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Terdapat sembilan pilar huruf yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu:

  1. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya
  2. Kemandirian dan tanggungjawab
  3. Kejujuran/amanah, diplomatis
  4. Hormat dan santun
  5. Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama;
  6. Percaya diri dan pekerja keras
  7. Kepemimpinan dan keadilan
  8. Baik dan rendah hati, dan
  9. Karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Dampak Pendidikan Karakter

Apa dampak pendidikan huruf terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa inovasi penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership.

Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menandakan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan huruf mengatakan adanya penurunan drastis pada sikap negatif siswa yang sanggup menghambat keberhasilan akademik.

Download Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Adminsitrasi MPLS/ MOPD Pembahasan Pendidikan huruf ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter


Semoga dengan adanya salah satu Materi MPLS mengenai Pendidikan Karakter sanggup membantu persiapan khususnya untuk Penyaji/ Pemateri dalam aktivitas nantinya. Bagi yang membutuhkan sanggup dengan gampang didapatkan melalui tautan link yang sudah kami siapkan dibawah ini :

Link Download Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter -KLIK DISINI-

Itulah kirannya membuatkan Informasi dan File mengenai Materi MPLS Tentang Pendidikan Karakter, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan silahkan berikan masukan di kolom komentar dan Jika ini bermanfaat jangan lupa untuk dibagikan. Terima Kasih.

Materi Mpls Training Mental Agama

Juli 11, 2019 Add Comment
 - Materi MPLS Tentang Pembinaan Mental Agama. Sebelumnya kami sudah membagikan beberapa Materi menyerupai Wawasan Wiyata Mandala, Kepramukaan, Kesadaran Berbangsa Bernegara, Belajar Efektif , Tata Krama dan Pendidikan Karakter yang bisa dilihat DISINI

Mungkin Materi MPLS Tentang Pembinaan Mental Agama ini bisa dikatakan bahan lanjutan supaya lebih lengkap terutama Bapak/Ibu Penyaji/ Pemateri dalam kegiatan MPLS/ MOPD nanti biar lebih siap. Sebelum di Download, kami akan mencoba menjelaskan beberapa point penting didalamnya menyerupai Apa Pendidikan Agama itu?

 Sebelumnya kami sudah membagikan beberapa Materi menyerupai Wawasan Wiyata Mandala Materi MPLS Pembinaan Mental Agama

Pembinaan Mental Agama

Pendidikan dimanapun dan kapanpun masih dipercaya orang sebagai media ampuh untuk membentuk kepribadian anak ke arah kedewasaan. Pendidikan agama adalah unsur terpenting dalam pendidikan akhlak dan pelatihan mental. Pendidikan akhlak yang paling baik bersama-sama terdapat dalam agama sebab nilai-nilai akhlak yang sanggup dipatuhi dengan kesadaran sendiri dan penghayatan tinggi tanpa ada unsur paksaan dari luar, datangnya dari keyakinan beragama.

Karenanya keyakinan itu harus dipupuk dan ditanamkan sedari kecil sehingga menjadi potongan tidak terpisahkan dari kepribadian anak hingga ia dewasa. Melihat dari sini, pendidikan agama di sekolah menerima beban dan tanggung jawab akhlak yang tidak sedikit apalagi kalau dikaitkan dengan upaya pelatihan mental remaja.

Usia remaja ditandai dengan gejolak kejiwaan yang berimbas pada perkembangan mental dan pemikiran, emosi, kesadaran sosial, pertumbuhan moral, perilaku dan kecenderungan serta pada karenanya turut mewarnai perilaku keberagamaan yang dianut (pola ibadah). Pada usia remaja, ditinjau dari aspek ideas and mental growth, kekritisan dalam merangkum pemikiran-pemikiran keagamaan mulai muncul, kekritisan yang dimaksud bisa berupa kejenuhan atau kebosanan dalam mengikuti uraian-uraian yang disampaikan guru Agama di sekolah apalagi kalau metodologi pengajaran yang disampaikan cenderung monoton dan berbau indoktrinasi.

Makara mereka telah mulai menampilkan respon ketidak sukaan terhadap bahan keagamaan yang dipaketkan di sekolah. Sebenarnya akar permasalahan yang timbul dari kekurang senangan remaja terhadap paket bahan pelajaran keagamaan di sekolah terletak pada minimnya motivasi untuk mendalami agama secara lebih intens, yang lebih sederhana lagi ialah pelajaran agama yang mereka sanggup di sekolah kurang memperlihatkan aplikasi dan solusi mudah dalam keseharian mereka.

Apalagi waktu mereka lebih banyak dihabiskan dengan nonton teve, jalan-jalan ke mall, ngeceng, pacaran dan hal-hal lain meski banyak juga remaja kita yang melaksanakan aktifitas faktual menyerupai remaja mesjid, berwiraswasta atau ikut organisasi eskul sekolah serta mengikuti kursus-kursus keterampilan.

Jawaban dari permasalahan diatas ialah kembali pada sosok guru agama sebagai tauladan dan sumber konsentrasi remaja yang menjadi penerima didiknya. Mampukah ia menyebabkan dirinya termasuk duduk kasus bahan serta metodologi yang dipergunakan sebagai acuan utama bagi penerima didiknya yang seluruhnya remaja itu dalam mengembangkan perilaku keberagamaan yang tidak sekedar merasa mempunyai agama (having religion) melainkan hingga kepada pemahaman agama sebagai comprehensive commitment dan driving integrating motive, yang mengatur seluruh kehidupan seseorang dan merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga nantinya remaja-remaja tersebut mencicipi ibadah sebagai perwujudan perilaku keberagamaan intrinsik tersebut sama pentingnya atau malah lebih penting dibanding nonton teve, jalan-jalan, hura-hura dan lain sebagainya.

Satu hal penting lainnya yang dihentikan diabaikan oleh para guru Agama di sekolah ialah bahan pelajaran agama yang disampaikan di sekolah hendaknya selalu diorientasikan pada kepentingan remaja, seorang guru Agama harus bisa menanamkan keyakinan bahwa apa-apa yang ia sampaikan bukan demi kepentingan sekolah (kurikulum) atau kepentingan guru Agama melainkan demi kepentingan remaja itu sendiri. Karenanya pemahaman akan kondisi objektif kejiwaan remaja mutlak dibutuhkan oleh para guru Agama di sekolah.

Seorang guru Agama harus senantiasa dekat dan bersahabat dengan permasalahan remaja yang menjadi penerima didiknya semoga bisa menyelami sisi kejiwaan mereka. Dan bahan pelajaran agamapun harus terkesan bersahabat dan kemunikatif, sehingga otomatis sistem pengajaran yang cenderung monolog (satu arah), indoktriner, terkesan sangar (karena hanya membicarakan halal haram) harus dihindari, untuk kemudian diganti dengan sistem pengajaran yang lebih menitik beratkan pada penghayatan dan kesadaran dari dalam diri.

Hal ini mungkin saja dilakukan baik dengan mengajak penerima didik bersama-sama mengadakan ritual peribadatan (dalam rangka penghayatan makna ibadah) atau mengajak penerima didik terjun eksklusif ke dalam kehidupan masyarakat kecil sehingga mereka bisa mengamati eksklusif dan turut mencicipi penderitaan yang dialami masyarakat marginal tersebut (sebagai upaya menanamkan rasa solidaritas sosial). Makara pada dasarnya mereka tidak hanya mendengar atau mengetahui saja melainkan turut dilibatkan dalam permasalahan yang terdapat dalam bahan pengajaran agama di sekolah.

Namun diatas semua itu yang paling penting ialah keterpaduan unsur keluarga, lingkungan masyarakat, kebijakan pemerintah disamping sekolah dalam rangka turut menanamkan semangat beragama yang ideal (intrinsik) di kalangan para remaja. Karena tanpa kerjasama terkait antar usur-unsur tersebut tidak mungkin akan tercipta generasi muda (remaja) yang berkualitas.

Download Materi MPLS Pembinaan Mental Agama

Selengkapnya mengenai susunan dan isi berkas Adminsitrasi MPLS/ MOPD mengenai Materi Tentang Pembinaan Mental Agama ini silahkan lihat dan unduh pada link di bawah ini:

Materi MPLS Pembinaan Mental Agama


Semoga dengan adanya salah satu Materi MPLS mengenai Pembinaan Mental Agama bisa membantu persiapan khususnya untuk Penyaji/ Pemateri dalam kegiatan nantinya. Bagi yang membutuhkan bisa dengan gampang didapatkan melalui tautan link yang sudah kami siapkan dibawah ini :

Link Download Materi MPLS Tentang Pembinaan Mental Agama -KLIK DISINI-

Itulah kirannya mengembangkan Informasi dan File mengenai Materi MPLS Tentang Pembinaan Mental Agama, semoga bermanfaat. Apabila ada kekurangan silahkan berikan masukan di kolom komentar dan Jika ini bermanfaat jangan lupa untuk dibagikan. Terima Kasih.